Kenalan Sama Santri Yuuks !!!

ngaji

Hmm, kata santri sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Usut punya usut ternyata gak semuanya yang tau arti dan makna santri loh. Nah untuk itu, kita mau bahas ini lebih dalam.  Sepakat ?

Yuuk, kenalan dulu sama santri !!!

Arti santri sendiri pun banyak yang memaknainya, dari plesetan sampai seriusan ada aja yang buat. Biar menjawab penasaran Anda, ini dia jawabannya …

  • Santri itu plesetan dari ngantri, karena kebiasaannya ngantri. Mau makan ngantri, mau mandi ngantri sampai-sampai cari jodoh pun ngantri. Hehehe. J
  • Trus ada juga yang bilang, asalnya dari kata sun (matahari) dan three (tiga) jadinya tiga matahari. Maksud tiga matahari disini ialah iman, islam dan ihsan yang harus dipegang teguh oleh seorang santri. Duh, bener gak ya ? Keren juga santri yang kesannya sederhana ternyata asal katanya dari bahasa inggris. Entahlah …
  • Ini yang keren, secara bahasa arti kata santri berasal dari bahasa sansekerta yaitu sastri artinya orang yang melek huruf. Artinya santri itu orang yang bisa membaca bro sis.
  • Ada lagi dari bahasa jawa yaitu cantrik yang berarti seseorang yang mengikuti Kiai kemanapun dia pergi dan menetap untuk menguasai keahlian tertentu.
  • Ujung-ujungnya sih kalo buka Kamus Besar Bahasa Indonesia, santri punya tiga makna yaitu 1. orang yang mendalami agama islam, 2. orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh dan 3. Orang yang shaleh.
  • Terakhir ialah pendapat yang lahir dari ulama yang mengatakan bahwa asal kata santri itu santara, yang memiliki jama sanaatir. Di balik kata santri tersebut mempunyai empat huruf akronim yang menunjukkan karakter santri. Mau tau makna empat huruf tersebut ?
  • Huruf sin, yang artinya satru al-‘aurah alias menutup aurat. Jadi seorang santri itu wajib menutup aurat seperti laki-laki auratnya mutlak baik di luar shalat atau lagi shalat ialah dari pusar sampai lutut. Sedang wanita itu ketika shalat auratnya seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan muka. Di luar shalat itu ada dua batasan aurat wanita. Pertama seluruh tubuhnya tanpa terkecuali, ini berlaku kepada orang yang bukan mahramnya. Sedang kepada mahram dan sesama wanita itu antara pusar dan lutut. Coba cek lagi di kitab fikihnya deh.
  • Huruf nun, bermakna naibul ‘ulama alias pengganti ulama. Sebagai pengganti ulama minimal banget santri itu berperan aktif, bisa merespon tantangan zaman dan mengikuti perkembangan masyarakat dengan sikapnya yang bijak. Jangan malah akhlaknya ancur-ancuran, ditambah ilmu gak punya.
  • Huruf ta’, artinya tarku al-ma’shi alias meninggalkan maksiat. Jadi udah jelas kan santri itu kudu ninggalin maksiat. Untuk taat tanpa tapi dan tanpa nanti. Ini berpengaruh banget loh sama persoalan-persoalan belajar dan hasilnya nanti.
  • Huruf ra yaitu raisul ummah alias pemimpin umat. Artinya santri itu merupakan pemimpin umat, mau pesantren dimanapun ente tetep aja udah jadi keharusan jadi pemimpin dimanapun ente berpijak. Setuju ?

Hm, begitulah dinamika makna santri bro sis. Setidaknya Anda sudah mengamalkan konsep “ Tak kenal, maka kenalan. “ Ko bukan ‘tak kenal, maka tak sayang’ sih, berhubung ini tulisan kami jadi suka-suka kami donk. Hehehe

Advertisements

Posted on April 29, 2015, in Artikel Alumni. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: