Mengenang Tuan Guru KH. Alawi M. Zein, M. A

kh.alwizein

Foto alm. KH. Alwi M. Zein

Sudah hampir sekitar delapan bulan, Tuan Guru meninggalkan kami. Sebagai rasa rindu, kami sekilas akan menceritakan bagaimana perjuangan dan semangat beliau ketika belajar dulu. Agar kita yang masih bernafas kembali semangat dalam belajar khususnya para santri yang masih tinggal di Pondok Pesantren Al-Hidayah Basmol. Tulisan ini berdasarkan cerita dari beberapa alumni pendahulu.

KH. Alawi terlahir dari keluarga yang bisa dibilang jauh dari cukup bahkan buat memenuhi kehidupan sehari-hari saja sangat sulit. Meski begitu, tekad dan semangatnya untuk mendalami ilmu-ilmu agama tidak pernah luntur. Ini terbukti bagaimana beliau harus mencakul dan berjualan terlebih dahulu demi melanjutkan belajarnya di Pesantren. Jadi saat dulu beliau belajar di Pondok Pesantren Annida Al-Islamy Bekasi yang dipimpin oleh Syeikh Muhajirin Amsar ad-Dary harus membagi waktunya menjadi dua bagian ; dua minggu ke rumah, mencakul kebun dan berjualan serta dua minggu lagi untuk belajar di Pesantren. Bahkan dengan kondisi yang serba kekurangan membuat KH. Alawi pernah ada di dua pilihan, memilih menjadi tukang asongan atau terus belajar di pesantren. Lagi-lagi semangatnya mengalahkan segalanya, beliau tetap sabar menjalani kesehariannya tersebut.

Untuk mengaji pun, beliau tidak kehabisan akal. Dengan uang hasil pas-pasan dari mengcangkul dan berjualan beliau belum bisa membeli kitab-kitab yang dikaji di Pesantren. Keadaan ini tidak membuat beliau berhenti belajar. Beliau bela-belain untuk meminjam kitab-kitab yang belum dimilikinya kepada saudara dan teman-temannya yang punya. Dengan keadaan seperti itu, justru menumbuhkan semangat belajar yang sangat tinggi.

Pantas saja, bila di kemudian hari beliau menjadi salah satu ulama di Jakarta yang cukup disegani. Ulama yang biasanya berpenampilan sederhana ini sudah menjawab bahwa kekurangan bukan jadi alasan penghambat kesuksesan.

Begitulah sedikit cerita Tuan Guru sebagai penawar rindu ini.

 

Advertisements

Posted on May 1, 2015, in Biografi Kyai and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. He is the one of most inspiring people. Beliau adalah salah satu orang yang menginspirasi banyak orang. Beliau berdakwah, mengajar, mengajak dan melakukan segalanya dengan hati. Kita semua merindukan beliau…

    Like

  2. He is one of the most inspiring people. Beliau adalah salah seorang yang menjadi panutan bagi banyak orang lain. Beliau berdakwah, mengajar, membimbing, membina, bersosialisasi dan bermasyarakat. We will never forget him! Kita tidak akan pernah melupakannya!

    Like

  3. Beliau bela-belain untuk meminjam kitab-kitab yang belum dimilikinya kepada saudara dan teman-temannya yang punya. Dengan keadaan seperti itu, justru menumbuhkan semangat belajar yang sangat tinggi.

    Beliau terus berjuang hingga meminjam kitab-kitab yang belum dimilikinya kepada saudara dan teman-temannya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: