Category Archives: Artikel Alumni

Kapan Sih Lebaran ?

IMG-20150714-WA009Kapan sih lebaran ?

Buat memutuskan tidak bisa sim salabim langsung jadi. Perlu melihat secara langsung hilal, bila terlihat otomatis keesokkan harinya berganti bulan. Bila tidak, digenapkan menjadi 30 hari (ijtikmal).

Untuk itu diperlukan sistem hisab untuk mempermudah proses rukyatul hilalnya nanti. Berikut hasil hitungan tim hisab rukyat Pondok Pesantren Al-Hidayah Basmol untuk awal Syawal 1436 H.

IMG-20150714-WA003

Hasil perhitungan posisi hilal menggunakan sistem Sulamun Nurain.

IMG-20150714-WA004

Hasil perhitungan posisi hilal menggunakan sistem Ephimeris untuk awal Syawal 1436 H

IMG-20150714-WA002

Data Pos Observasi Bulan di Masjid Jami Al-Musariin Basmol

IMG-20150714-WA000

Kesimpulan hasil perhitungan posisi hilal sistem Sulamun Nurain dan Ephimeris dan data Pos Observasi Bulan di Masjid Al-Musariin Basmol untuk awal Syawal 1436 H.

IMG-20150714-WA005

Gambaran tinggi hilal untuk awal Syawal 1436 H. Menandakan HILAL POSITIF berada di atas ufuk, ada kemungkinan terlihat.

IMG-20150714-WA006

Data garis ketinggian hilal menjelang awal Syawal 1436 H.

IMG-20150714-WA007

Gambar pedoman rukyat dari hasil hisab sistem ephimeris untuk awal Syawal 1436 H.

IMG-20150714-WA011

Bentuk hilal awal Syawal untuk wilayah DKI Jakarta.

IMG-20150714-WA014

Gambar kedudukan bulan dan matahari pada hari Kamis 16 Juli 2015 untuk awal Syawal 1436 H.

Lalu bagaimana posisi hilal di Pelabuhan Ratu ? Berikut gambarannya

IMG-20150714-WA015

IMG-20150714-WA008

Berdasarkan data yang ada sekalipun tingginya 3 derajat, ada peluang terlihat seperti pengalaman pada 29 Juni 1984 M / 1404 H di Pelabuhan Ratu dengan tinggi 2 derajat.

IMG-20150714-WA012

Ini hasil temu kerja tim hisab rukyat pada 2013 di Batam untuk awal bulan Syawal 1436 H.

Jadi kapan lebaran ?

Lihat hasilnya nanti, segala kemungkinan bisa terjadi.

Advertisements

Daftar Pondok Pesantren di Jakarta Barat

Berikut ini daftarnya pesantren di Jakarta Barat :

  1. PP. Al Falah : JL. KH. Tohir 43 Rt.03/07 Kebon Jeruk Kota Jakarta Barat (021) 5303453
  2. PP. As Shiddiqiyah : Jl. Surya Sarana 6 c Kebon Jeruk Kota Jakarta Barat (021) 5803046
  3. PP. As Surur : Jl. H.H. No.63 Rt.08/01 Kebon Jeruk Kota Jakarta Barat (021) 70122065
  4. PP. At Taufiiq : Kedoya Selatan Kebon Jeruk Kota Jakarta Barat 08159920584
  5. PP. YPP. Al Kamal : Jl. Kedoya Raya No.2 Kebon Jeruk Kota Jakarta Barat (021)  58301233
  6. PP. Al  Abror : Jl. Manggis No.5A Srengseng Kembangan Kota Jakarta Barat (021) 5849903
  7. PP. Al Hidayah Basmol : Jl. Al-Hidayah Basmol Rt.06/06 Kembangan Utara Kota Jakarta Barat           (021) 5812061
  8. PP. Al Washilah : Kp. Baru No.20  Rt.014/010 Kembangan Kota Jakarta Barat (021) 5811672
  9. PP. An Nuriyah : Komplek Unilever No.22 Kembangan Kota Jakarta Barat (021) 5850454
  10. PP. Mirqot Ilmiyah Al Itqon : Jl. H. Selong Rt.005/03 Cengkareng Kota Jakarta Barat (021) 5453788
  11. PP. Nurul Qur’an : Jl. Raya Duri Kosambi No.7 Cengkareng Kota Jakarta Barat (021) 54396458
  12. PP. Minhajut Tholibin : Jl. Peta Utara No.46 Kalideres Kota Jakarta Barat (021) 5401881
  13. PP. Sirojul Huda : Jl. Utan Jati Rt.002/011 Kalideres Kota Jakarta Barat (021) 5453862
  14. PP. Riyadhul Mu’minin : Jl. Petamburan Angke No.21 Grogol Petamburan Kota Jakarta Barat (021) 5676830

Pastinya masih ada banyak lagi daftar pesantren lain yang belum tercantum di Jakarta Barat.

Merajut Hikmah di Balik Isra’ Mi’raj

isra21

Oleh : Abdul Rosyid Sazly

Sahabat …

Sebagaimana yang sudah diketahui 27 Rajab merupakan peristiwa monumental berupa isra,dan mi’raj-nya Nabi Muhammad SAW,  yang dibalik cerita tersebut penuh pelajaran bagi kita ummat Islam. Selain ayat dalam QS. Al-Isra (17) : 1, begitu banyak hadits yang menceritakan segala rangkaian peristiwa ini. Dimulai dari konteks situasi terjadinya, peristiwa pensucian hati sampai kepada perintah shalat semuanya memiliki nilah falsafah tersendiri bagi kita.

Setahun sebelum Hijrah, sepeninggal istri dan paman beliau, disaat tekanan politik fisik dan psikologis semakin besar, Allah menghibur Sang Kekasih secara khusus bertamasya ruhani, jauh menembus batas bumi dan langit, batas dimensi dan tempat, tanpa, melalui malaikat. Hiburan yang Allah berikan, menandakan bahwa Allah tidak berlepas diri, terhadap kesulitan yang diderita hambanya. Semakin berat cobaan yang diderita seorang hamba, maka semakin besar rahmat yang Allah berikan kepadanya.

Berikut inilah hikmah di balik Isra’ Mi’raj :

Peristiwa Pensucian Hati

Sesungguhnya pembelahan dada Rasulullah SAW menimbulkan pertanyaan bagi kita, apakah rasul punya rasa dendam, benci dan iri hati sehingga dirinya harus disucikan?

Tentu tidak !

Sepertinya Allah hendak menjadikan beliau sebagai contoh, ketika manusia, hendak berusaha dekat kepada tuhan, maka terlebih dahulu hatinya harus disucikan, jauh dari rasa iri, dengki ,hasad ,dan segala sifat yang mengotori hati. Ketika hati kita bersih, maka jalan menuju tuhan akan semakin mudah kita lalui.

Dalam situasi ‘rileksasi atau tamasya’ itu, Rasul disuguhi dua pilihan minuman, susu ataukah khamar, minuman yang sama-sama mengenakkan? Maka jelas rasul memilih susu, minuman yang menyehatkan, sedangkan khamr, minuman yang merusak akal fikiran.

Dalam peristiwa kehidupan yang telah, sedang dan akan kita lalui, terkadang dihadapkan kepada dua pilihan yang samar. Fitrah insaniyah yang tumpul, membuat kita terperangkap dalam pilihan yang salah. Sebaliknya, keteguhan iman, dan kematangan berfikir, membuat kita mantap mengambil keputusan, yang tidak akan membuat kita menyesal dikemudian hari.

Peristiwa Mengimami Shalat Para Nabi Terdahulu

Itu menandakan bahwa beliau diakui ke-leadership-annya. Ini membuktikan beliau pelengkap risalah terdahulu, imamul anbiya’. Meskipun para Nabi memiliki gelar tersendiri, tetapi jelas beliau mendapat pengakuan khusus sebagai ‘Rasulullah’, wakil Allah SWT. Sungguh benar firman Allah dalam hadits qudsi, “ Tanpa engkau wahai Muhammad, maka tidak akan aku ciptakan semesta ini beserta isinya. “

Rasulullah Kembali ke Bumi dengan Membawa Perintah Shalat.

Ini amanat dari ‘langit’ untuk kita. Amanat yang seharusnya kita tunaikan tanpa alasan apapun, bahkan disaat sakit sekalipun. Betapa banyak dari kita yang menganggap remeh amanat ini padahal inilah satu-satunya cara kita berkomunikasidengan Rabbul Jalil. Allah sudah legowo menuruti keinginan Nabi Muhammad SAW yang meminta pengurangan dari 50 waktu menjadi 5 waktu sehari semalam. Lantas mengapa sebagian kita masih saja terasa berat ?

Pantang Buat Meminta dan Bila Dikasih Terima

jgn minta

Abu Mu’awiyah berkata, “ Dari pagi hingga sore hari aku bekerja memecahkan batu besar dengan palu godam, lalu aku menjualnya. “

Beliau ditanya orang, “ Kalau demikian, engkau pasti sangat lelah dan letih kan ? “

Beliau berkata, “ Ya, benar. Tetapi setelah aku pikirkan antara meminta uang dari tangan orang-orang dengan meminta uang dari batu, ternyata dari batu jauh lebih mudah. “

………….

Sahabat, kisah di atas merupakan sindiran telak buat kita. Terutama buat kita yang punya  kebiasaan minta-minta. Jelas banget Abu Mu’awiyah menjaga dirinya untuk lebih baik memakan makanan hasil dari jerih payahnya sendiri bukan hasil dari minta-minta. Prinsipnya pantang buat meminta dan bila dikasih ya terima.

Sepakat ?

*) Sumber Merekalah Teladan Kita

Kenalan Sama Santri Yuuks !!!

ngaji

Hmm, kata santri sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Usut punya usut ternyata gak semuanya yang tau arti dan makna santri loh. Nah untuk itu, kita mau bahas ini lebih dalam.  Sepakat ?

Yuuk, kenalan dulu sama santri !!!

Arti santri sendiri pun banyak yang memaknainya, dari plesetan sampai seriusan ada aja yang buat. Biar menjawab penasaran Anda, ini dia jawabannya …

  • Santri itu plesetan dari ngantri, karena kebiasaannya ngantri. Mau makan ngantri, mau mandi ngantri sampai-sampai cari jodoh pun ngantri. Hehehe. J
  • Trus ada juga yang bilang, asalnya dari kata sun (matahari) dan three (tiga) jadinya tiga matahari. Maksud tiga matahari disini ialah iman, islam dan ihsan yang harus dipegang teguh oleh seorang santri. Duh, bener gak ya ? Keren juga santri yang kesannya sederhana ternyata asal katanya dari bahasa inggris. Entahlah …
  • Ini yang keren, secara bahasa arti kata santri berasal dari bahasa sansekerta yaitu sastri artinya orang yang melek huruf. Artinya santri itu orang yang bisa membaca bro sis.
  • Ada lagi dari bahasa jawa yaitu cantrik yang berarti seseorang yang mengikuti Kiai kemanapun dia pergi dan menetap untuk menguasai keahlian tertentu.
  • Ujung-ujungnya sih kalo buka Kamus Besar Bahasa Indonesia, santri punya tiga makna yaitu 1. orang yang mendalami agama islam, 2. orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh dan 3. Orang yang shaleh.
  • Terakhir ialah pendapat yang lahir dari ulama yang mengatakan bahwa asal kata santri itu santara, yang memiliki jama sanaatir. Di balik kata santri tersebut mempunyai empat huruf akronim yang menunjukkan karakter santri. Mau tau makna empat huruf tersebut ?
  • Huruf sin, yang artinya satru al-‘aurah alias menutup aurat. Jadi seorang santri itu wajib menutup aurat seperti laki-laki auratnya mutlak baik di luar shalat atau lagi shalat ialah dari pusar sampai lutut. Sedang wanita itu ketika shalat auratnya seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan muka. Di luar shalat itu ada dua batasan aurat wanita. Pertama seluruh tubuhnya tanpa terkecuali, ini berlaku kepada orang yang bukan mahramnya. Sedang kepada mahram dan sesama wanita itu antara pusar dan lutut. Coba cek lagi di kitab fikihnya deh.
  • Huruf nun, bermakna naibul ‘ulama alias pengganti ulama. Sebagai pengganti ulama minimal banget santri itu berperan aktif, bisa merespon tantangan zaman dan mengikuti perkembangan masyarakat dengan sikapnya yang bijak. Jangan malah akhlaknya ancur-ancuran, ditambah ilmu gak punya.
  • Huruf ta’, artinya tarku al-ma’shi alias meninggalkan maksiat. Jadi udah jelas kan santri itu kudu ninggalin maksiat. Untuk taat tanpa tapi dan tanpa nanti. Ini berpengaruh banget loh sama persoalan-persoalan belajar dan hasilnya nanti.
  • Huruf ra yaitu raisul ummah alias pemimpin umat. Artinya santri itu merupakan pemimpin umat, mau pesantren dimanapun ente tetep aja udah jadi keharusan jadi pemimpin dimanapun ente berpijak. Setuju ?

Hm, begitulah dinamika makna santri bro sis. Setidaknya Anda sudah mengamalkan konsep “ Tak kenal, maka kenalan. “ Ko bukan ‘tak kenal, maka tak sayang’ sih, berhubung ini tulisan kami jadi suka-suka kami donk. Hehehe